Selasa, 26 Maret 2013

Fungsi musik ilustrasi


         Fungsi Musik ilustrasi dalam film   
     Pengertian Musik ilustrasi menurut Pratista ( 2008: 154) adalah musik latar yang mengiringi aksi selama film berjalan. Apakah fungsi musik ilustrasi dalam film ! Fungsi  musik ilustrasi dalam film menurut Widagdo, Gora (2007:3) dengan judul buku “Bikin film itu mudah” diterangkan bahwa musik ilustrasi berguna untuk menciptakan mood (suasana kejiwaan), memperkuat informasi ataupun mempertegas informasi. Sedangkan menurut Ayawaila (2008:138) dengan judul buku “Dokumenter” diterangkan bahwa musik ilustrasi khususnya dalam film dokumenter, musik ilustrasi lebih umum ditempatkan sebagai transisi antara adegan satu dengan adegan berikutnya. Berdasarkan uraian tersebut, penulis telah menemukan beberapa fungsi musik ilustrasi sebuah film, fungsi dalam buku tersebut berarti telah membahas kaitan antara musik dan film. 
    Musik Ilustrasi
a.       Pendekatan Musik dan Film 
Musik oleh Simanungkalit (2008:1) dalam bukunya yang berjudul “Teknik vokal paduan suara” dijelaskan bahwa musik adalah keindahan suara yang dapat didengar dan terdiri atas unsur melodi, harmoni, irama ( ritme), dan warna suara yang dihasilkan oleh alat-alat ataupun yang dihasilkan oleh manusia (vokal). Dalam buku tersebut penulis tidak menemukan adanya kaitan antara fungsi musik dengan film, namun penulis dalam hal ini, hanya ingin mengetahui arti musik beserta unsurnya sebagai landasan teori. Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa musik adalah nada atau suara yang memiliki 4 unsur dasar yaitu irama ( ritme), melodi, harmoni dan timbre (warna suara) yang bersumber dari instrument maupun vokal. Setelah mengetahui dasar mengenai musik, penulis kemudian menyamakan persepsi dengan pendekatan interdisipliner, apakah unsur musik yang diterangkan oleh Simanungkalit (2008:1) dibahas juga dalam  buku “Bikin film indie itu mudah” yang ditulis oleh Widagdo, Gora (2007)  dan buku “Dokumenter” oleh Ayawaila (2008). Setelah ditinjau, ternyata  musik juga dibahas dalam film, musik secara umum dalam film digunakan sebagai ilustrasi film yaitu musik melengkapi penjelasan bahasa film yaitu bahasa gambar dan bahasa suara (Pratista. 2008:3). Tetapi penulis belum menemukan pembahasan mengenai kaitan unsur-unsur musik dalam film dari buku yang ditulis oleh Widagdo, Gora (2007) dan Ayawaila (2008). Berbeda dengan pratista (2008) dengan judul buku “Memahami film”, dalam buku tersebut, musik merupakan unsur dari suara, suara dalam film merupakan bagian dari unsur sinematik film yang berkaitan dengan musik (pratista. 2008:1). Setelah ditinjau, unsur suara yang berkaitan dengan musik dan film terdiri dari 3 unsur yaitu : 1). Musik, 2). Kualitas Suara, dan 3). Ritme suara. 
      Unsur yang pertama yaitu musik, musik  menurut Pratista (2008:154) merupakan elemen yang berperan penting dalam memperkuat mood, nuansa, serta suasana sebuah film. Musik dapat dikelompok menjadi dua macam yaitu musik ilustrasi dan lagu. Musik ilustrasi adalah musik latar yang mengiringi aksi selama cerita berjalan sedangkan lagu merupakan lirik yang berperan membentuk karakter serta mood film. 
      Unsur yang kedua yaitu kualitas suara, kualitas suara menurut Pratista. (2008:175) adalah aspek tehnis oleh Sineas (film maker) untuk mengontrol dan memanipulasi jenis- jenis suara seperti loudness, pitch dan timbre berdasarkan kebutuhan dan tuntutan film. Loudness dalam film merupakan suara atau volume, sineas biasanya mengatur kuat-lemahnya intensitas suara atau volume berdasarkan ilustrasi adegan dalam film. Pitch, pitch ditentukan oleh frekuensi suara. Semakin tinggi frekuensi semakin tinggi pula pitch suara, demikian pula sebaliknya. Ada 3 jenis frekuensi dalam pitch suara yaitu low (bass), midrange, dan high (treble). Contoh suara low (bass) dalam film seperti suara tembakan, gemuruh, mesin truk dan drum. Suara Midrange dalam film yaitu seperti suara dialog, dan bunyi telepon. Sementara suara treble lebih menonjol dan memberikan detil suara yang jelas seperti suara kelinting bel, simbal, dan gelas pecah. Dan yang terakhir dari unsur  kualitas suara yaitu timbre.  Timbre atau warna suara dalam film digunakan  untuk menentukan perbedaan kualitas suara antara tiap jenis instrumen musik. Sineas (film maker) umumnya menggunakan timbre atau warna suara sebagai  ilustrasi adegan dalam filmnya. Contohnya: seperti suara biola, piano dan sebagainya. 
        Unsur yang  terakhir mengenai unsur suara adalah ritme suara, ritme suara atau musik umumnya berhubungan erat dengan ritme aksi serta ritme editing dalam film. Ritme atau tempo oleh sineas dijadikan sebagai  penanda kesan dari ilustrasi musik dan karakter tokoh .(Pratista.2008:159). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur musik dalam film berupa warna suara, dan ritme telah dibahas dalam buku Pratista (2008) dengan judul “ Memahami film” , meskipun unsur-unsur musik yang lain seperti melodi dan harmoni belum dibahas. Maka dari itu penulis akan melengkapi kekurangan dalam buku tersebut dalam hasil penelitian dan sekaligus melengkapi  buku yang ditulis  oleh Widagdo, gora ( 2007) dengan judul “Bikin film indie itu mudah” dan Ayawaila (2008) dengan judul “Dokumenter”. 

1 komentar: